SMP Negeri 6 Balikpapan yang berdiri tanggal  20 Agustus  tahun 1979,  tepatnya terletak di Jl. Satu RT. 06 no. 79  Gn. Samarinda Balikpapan Utara. SMP Negeri 6 Balikpapan, dengan luas kurang lebih 1100 m2, berada dekat dengan jalan raya sehingga sangat strategis untuk seluruh siswa dapat mencapai sekolah tersebut.

Di lingkungan gunung Samarinda sendiri terdapat 2 (dua) sekolah dasar yaitu SDN 011 Balikpapan dan SDN 007 Balikpapan. Hampir 85% lulusan dari dua SD Negeri tersebut melanjutkan ke SMP Negeri 6 Balikpapan. Sekitar 5%-nya melanjutkan ke SMP di luar wilayah Balikpapan. Berdasarkan data di atas maka mutu pendidikan  SMP Negeri 6 Balikpapan sesungguhnya juga ikut dipengaruhi oleh mutu pendidikan di sekolah dasar tersebut dan SDN lainnya yang berada di kecamatan Balikpapan Utara.

Masyarakat di lingkungan SMP Negeri 6 Balikpapan mayoritas berprofesi sebagai pedagang, guru, TNI, dan lain-lain. Masyarakat di wilayah Balikpapan terdiri dari berbagai suku dan agama. Suku yang yang ada di antaranya Jawa, Banjar, Bugis, Dayak, Paser, Padang, Batak, dan lain-lain dengan menganut agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha.

Kemampuan ekonomi masyarakat di lingkungan SMP Negeri 6  mayoritas baik karena pada umumnya bekerja sebagai PNS, Guru, Pedagang yang mana mereka menyekolahkan anak-anaknya ke SMP Negeri 6 Balikpapan.

Dalam bidang politik, pada umumnya masyarakat di lingkungan Balikpapan Utara, tidak terlibat kegiatan politik praktis. Hal ini disebabkan masyarakat di lingkungan Balikpapan adalah masyarakat pekerja, yang kegiatannya berkonsentrasi pada bidang pekerjaan masing-masing.

Lingkungan di kota cukup aman karena didukung oleh kesadaran seluruh masyarakat untuk hidup bersama, yang rukun, saling menghargai, saling menghormati, menjaga keharmonisan, dan keamanan lingkungan. Seperti ditunjukkan oleh kesediaan melaksanakan kegiatan gotong royong, siskamling, dan sebagainya.

Perkembangan IPTEK di lingkungan SMP Negeri 6 Balikpapan sangat pesat, hal ini dibuktikan dengan mayoritas masyarakat memiliki alat akses teknologi terkini seperti HP, TV, komputer, internet dan lain-lain.

Selain itu kesadaran masyarakat dalam bidang pendidikan juga cukup meningkat, hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya persentase anak-anak bersekolah  yang melanjutkan sampai jenjang pendidikan tinggi, di antaranya di UNIBA, STIPAN, POLTEK, ITK dan lain-lain.

Kondisi kebijakan pemerintah saat ini sangat mendukung perkembangan kemajuan pendidikan. Hal ini ditunjukkan oleh banyaknya bantuan-bantuan yang diberikan oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Beasiswa Siswa Berprestasi Akademik dan Non-Akademik, dan lain-lain.

Kebijakan pemerintah lainnya yang juga mendukung kemajuan pendidikan yaitu bantuan pengadaan atau perbaikan sarana dan prasarana, tunjangan guru, pelaksanaan diklat tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, dan lain-lain. Hal ini sangat memungkinkan karena mulai tahun anggaran 2009 pemerintah telah menganggarkan APBN sebesar 20% untuk sektor pendidikan.

Untuk mewujudkan akses pendidikan, relevansi dan mutu, diperlukan manajemen sekolah yang sehat, efisien, transparan dan akuntabel harus mendapat dukungan oleh semua warga sekolah dengan berperan aktif dan dinamis dalam semua kegiatan sekolah, sehingga terwujud sekolah yang kondusif dan bermutu tinggi yang berstandar nasional. Masih rendahnya standar kelulusan siswa, terutama dalam penentuan standar ketuntasan belajar setiap kompetensi dasar dari tiap mata pelajaran merupakanhal yang problematik.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan sasaran sentral yang harus dibenahi adalah kualitas pendidikan guru berbagai usaha telah dilaksanakan dengan pembaharuan pendidikan dan saat ini SMP Negeri 6 Balikpapan akan menambahkan dengan Teknologi Informasi, karena proses globalisasi merupakan keharusan sejarah yang tidak mungkin dihindari dengan segala berkah dan mudhoratnya.Bangsa dan negara akan dapat memasuki era globalisasi dengan tegar apabila memiliki pendidikan yang berkualitas. Kualitas pendidikan sebagian besar ditentukan oleh proses belajar mengajar di kelas, dalam hal ini guru sangat memegang peranan penting yang mana guru adalah kreator proses belajar mengajar.